Profil Masjid Raya Silungkang

Masjid Raya Silungkang
Sumber: Surau ke Surau oleh Surau TV ©2015

Masjid ini berada di Silungkang Tigo, Silungkang, Sawahlunto Sumatera Barat.
Ruang utama masjid disanggah dengan 4 pilar yang menyanggah kubah utama masjid dan 18 jendela yang memanjang ke atas.

Awal berdirinya Masjid Raya Silungkang diprakarsai oleh Syekh Barau sekitar tahun 1800 dengan nama Surau Godang (Musholla Besar) atau Masjid Jami’, dengan ukuran 20 x 8 m2 dan bertingkat bertingkat tujuh. Ahmad Ongku Surau Tanjuang membuatkan miniatur atau maket yang dibuat dari batang Pipiang.

Video: Abdul Hakim, https://www.youtube.com/watch?v=BYppOoQ3smU

Pada masa awal ini, di sekitar masjid terdapat kolam air, yang bertujuan untuk menampung air pembuangan bekas wudhu dan keperluan lainnya. Ikan Talui dan ikan Limbek dimasukkan kedalam kolam air untuk menetralisir bau dari kolam air. Pembangunan masjid ini selesai pada tahun 1870an. Tanah masjid ini merupakan waqaf dari kampung Tanah Sirah, Sawah Juai (Patopang) dan Dalimo Godang.

Pengembangan dan renovasi Surau Godang dilakukan pada tahun 1900 dengan memanfaatkan kelebihan tanah yang ada di sekitar Surau Godang. Desain Masjid Gantiang di Padang dan Masjid Raya Sulit Air, Solok menjadi inspirasi desain Masjid Silungkang, pembangunan dilakukan oleh tukang/Atman yang dikenal dengan nama Ongku Siak Masojik atau ongku Padang. Ukuran masjid menjadi 24 x 24 m2.

Masjid Raya Silungkang pernah mengalami letusan gunung Marapi pada tahun 1929 namum tidak ada kerusakan yang berarti, namun pada tahun 1942, masjid mengalami kerusakan dibagian mihrab masjid dikarenakan gempa vulkanik akibat letusan Gunung Talang, Solok. Sehingga pada tahun 1950, masjid kembali direnovasi dan diperbesar serta dibuat bertingkat oleh H. Aziz Udin Podo melalui bendahara dan panitia pembangunan masjid waktu itu Samin Tagatuang dan Said Rajo Bandaro (kampung Talak Buai). Pembangunan dan renovasi selesai dibangun pada tahun 1958.

Pada tahun 1997, kembali masjid direnovasi. Kubah masjid yang awalnya dibuat dari seng diganti dengan beton. Terakhir renovasi dilakukan pada tahun 2010, dengan pembuatan pintu masuk dan teras di bagian kanan masjid. Dibagian depan masjid yang sejajar dengan mihrab terdapat sebuah banguna kecil seperti Rangkiang yang dikenal dengan nama Rumah Tabuah Surau Godang.

Kini Masjid Raya Silungkang selain menyelenggarakan pelaksanaan sholat lima waktu juga diisi dengan kegiatan belajar mengaji Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) dan Taman Pendidikan Seni Al Qur’an (TPSA), kajian Subuh, kaji makna (belajar tafsir) dan majlis ta’lim.

Masjid Raya Silungkang ini tidak hanya digunakan oleh warga Silungkang namun juga oleh masyarakat umum yang sedang melintas Silungkang pada jam – jam sholat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: