Sosialisasi Pendataan Organisasi dan Perantau Minang dalam Rangka Pembentukan Dan Pembinaan Nagari/Desa/Kelurahan Binaan Kerjasama Rantau

SOSIALISASI PENDATAAN ORGANISASI DAN PERANTAU MINANG
DALAM RANGKA
PEMBENTUKAN DAN PEMBINAAN NAGARI/DESA/KELURAHAN
BINAAN KERJASAMA RANTAU
Oleh :
Ir. SYAFRUDDIN,MM
(Asisten Ekbang Dan Kesra Provinsi Sumatera Barat)

LATAR BELAKANG
Pemberdayaan perantau Minang yang tersebar di berbagai provinsi dan luar negeri sangat strategis dalam mendukung percepatan program pembangunan di daerah. Peran perantau Minang sudah memperlihatkan kontribusi yang tinggi dalam memacu pembangunan di nagari/desa/kelurahan yang ada di Sumatera Barat.

Perantau Minang tersebar di seluruh Indonesia bahkan di seluruh dunia, dengan berbagai macam profesi antara lain : Pegawai Negeri Sipil di berbagai intansi pemerintah, tokoh politik, akademisi, pengusaha, dokter, dll.

Perlu dilakukan langkah-langkah yang konkrit agar peran perantau dalam memberikan kontribusi dalam pembangunan di nagari/desa/kelurahan berjalan secara optimal dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah

DASAR HUKUM

  • Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
  • Undang – Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;
  • Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 6 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Barat Tahun 2016-2021;
  • Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Sumatera Barat;
  • Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 10 Tahun 2016 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017.

PEMBANGUNAN EKONOMI DI NAGARI/DESA/KELURAHAN
TUJUAN PEMBANGUNAN EKONOMI DI NAGARI/DESA/KELURAHAN
Pembangunan Ekonomi Nagari/Desa/Kelurahan bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagari/Desa/Kelurahan dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui :

  1. Pemenuhan kebutuhan dasar
  2. Pembangunan sarana dan prasarana Nagari/Desa/Kelurahan
  3. Pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.

POTENSI PENGEMBANGAN PEREKONOMIAN DI NAGARI/DESA/KELURAHAN
Potensi nagari/desa/kelurahan meliputi sumber-sumber alami dan sumber manusiawi yang tersimpan dan yang dapat diharapkan manfaatnya bagi kelangsungan dan perkembangan nagari/desa/kelurahan.
Potensi nagari/desa/kelurahan meliputi potensi fisik dan non fisik.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBANGUNAN EKONOMI NAGARI/DESA/KELURAHAN
1. LETAK NAGARI/DESA/KELURAHAN
2. KEADAAN IKLIM
3. KESUBURAN TANAH
4. TATA AIR
5. KEADAAN EKONOMI
6. KEADAAN BUDAYA

STRATEGI PENGEMBANGAN PEREKONOMIAN DI NAGARI/DESA/KELURAHAN

  • Strategi Optimalisasi Penerapan Potensi Faktor-faktor Ekonomi Di Nagari/Desa/Kelurahan.
  • Strategi Penguatan Faktor Kelembagaan Ekonomi Masyarakat Nagari/Desa/Kelurahan
    Strategi Peningkatan produktifitas Lembaga-lembaga Ekonomi masyarakat Nagari/Desa/Kelurahan
  • Strategi Pemberdayaan Kewirausahaan pelaku-pelaku Bisnis Ekonomi di Nagari/Desa/Kelurahan
  • Strategi Peningkatan Kesadaran IPTEK pelaku usaha ekonomi Nagari/Desa/Kelurahan di Sumatera Barat.

PERAN PERANTAU DALAM PEMBANGUNAN DI NAGARI/DESA/KELURAHAN
PEMBANGUNAN FISIK
 Pembangunan masjid/musholla/surau/TPA
 Pembangunan jalan nagari/desa/kelurahan
 Pembangunan sarana dan prasarana pariwisata
 Pembangunan lapangan sepak bola
 Penyediaan sumber air bersih
 Penyediaan ambulance, dll

PEMBANGUNAN NON FISIK
 Bantuan beasiswa pendidikan
 Bantuan biaya kesehatan
 Penyaluran zakat, infak, sedekah untuk fakir miskin
 Pelatihan, pembinaan dan pendampingan bagi masyarakat dan generasi muda
 Sumbangan pemikiran, konsep dan rekomendasi kepada Pemerintah Daerah
 Membantu proses percepatan pembangunan seperti fasilitasi pembebasan lahan untuk infrastruktur, dll.

PELAKSANAAN KEGIATAN BAGIAN RANTAU TAHUN 2017

  1. Melakukan Sosialisasi ke Kabupaten/Kota se Sumatera Barat terkait dengan keberadaan dan Program/Kerja Bagian Rantau, Biro Kerjasama dan Rantau Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat
  2. Melakukan pendataan awal ke Kabupaten/Kota serta Nagari/Desa/Kelurahan guna menghimpun data perantau dan data Nagari/Desa/Kelurahan yang mempunyai potensi untuk dijadikan binaan kerjasama rantau
  3. Untuk pemilihan Nagari/Desa/Kelurahan tidak hanya yang sudah maju tapi juga yang mempunyai potensi untuk dimajukan oleh perantaunya dan menetapkan 1 Nagari/Desa/Kelurahan tiap Kabupaten agar lebih fokus melakukan pembinaan
  4. Mengadakan Rapat Koordinasi dengan Pejabat yang membidangi/menangani Rantau di Kabupaten/Kota untuk penyamaan persepsi tentang hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan rantau.
  5. Melaksanakan kegiatan workshop dan pemilihan Nagari/Desa/ Kelurahan sebagai Binaan Kerjasama Rantau yang dihadiri oleh OPD Provinsi, Kabupaten/Kota, Ketua Forum Camat, Ketua Forum Wali Nagari dan Wali Nagari/Kepala Desa/Lurah.
  6. Melaksanakan rapat koordinasi OPD Provinsi, Kabupaten/Kota, Camat, Wali Nagari/Kepala Desa/Lurah binaan kerjasama rantau utk penetapan fokus kegiatan.
  7. Melaksanakan pertemuan dan sosialisasi dengan organisasi perantau di Jakarta dengan melibatkan OPD Provinsi, Bupati/Walikota dan OPD terkait Kabupaten/Kota, Camat, Wali Nagari/Kepala Desa/Lurah binaan kerjasama rantau utk membuat komitmen/dukungan dengan Nagari/Desa/Kelurahan binaan.
  8. Penetapan Nagari/Desa/Kelurahan Binaan Kerjasama Rantau melalui SK Bupati/Walikota. Kemudian menetapkannya melalui SK Gubernur Sumatera Barat.
    9. Tahun 2018 : Melaksanakan pembinaan kpd Nagari/Desa/Kelurahan Kerjasama Rantau.

PENDATAAN ORGANISASI DAN PERANTAU MINANG DI TINGKAT NAGARI/ DESA/KELURAHAN, KABUPATEN/KOTA, NASIONAL DAN INTERNASIONAL
MAKSUD DAN TUJUAN
Untuk mendapatkan data akurat tentang organisasi maupun perantau minang dimanapun berada, menyangkut jumlah perantau, nama, alamat, kampung asal, pendidikan, profesi, jenis usaha, golongan darah, dsb.

PEMBENTUKAN NAGARI/DESA/KELURAHAN BINAAN KERJASAMA RANTAU PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2017
MAKSUD DAN TUJUAN
Agar perantau lebih fokus dalam memberikan kontribusi kepada nagari/ desa/ kelurahan dan dapat memberikan manfaat yang lebih besar serta lebih mudah dilakukan pembinaannya oleh Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota dan Pemerintah Nagari/Desa/Kelurahan.

KRITERIA PEMILIHAN NAGARI/DESA/KELURAHAN BINAAN KERJASAMA RANTAU

Untuk kriteria pemilihan Nagari/Desa/Kelurahan Binaan Kerjasama Rantau adalah :

  • Mempunyai potensi untuk dikembangkan dari sisi Sosial, Budaya dan Ekonomi.
  • Adanya komitmen yang kuat antara masyarakat, perantau dan Pemerintah Daerah dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.
  • Potensi yang dikembangkan masuk dalam prioritas pembangunan Daerah.

Untuk KOTA SAWAHLUNTO diwakili oleh Desa Silungkang 3 dengan potensi sebagai berikut :

  • INDUSTRI SONGKET
  • KULINER
  • PARIWISATA
  • AGROBISNIS
  • GAPURA
  • PASAR TRADISIONAL
  • KUE TRADISIONAL
  • JERUK LEMON

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: