Batu Runciang Reading Poetry Fest, Bersatu Di Alam

Batu Runciang Silungkang kembali menggeliat. Setelah sukses menggelar fashion show songket, kali ini teman-teman penyair dari Indonesia dan Malaysia memanaskan Batu Runciang ini.

Alam yang spektakuler membuat para penyair tak tahan untuk memulai acara …. dibius oleh magisnya sang batu, para penyair takluk hati dan rasanya disini …. bersatulah mereka.

Ditingkahi suara angin, suara-suara penghuninya, dan disiram matahari tak berawan …. seniman-seniman kata ini membacakan karyanya.

Tak tertahankan, penyair wanita yang baru sampai dari Linggau, 500 km dari Batu Runciang langsung turun. Suasana pagi pun pecah oleh gelegar dan geletar suara para penyair ini …. salam takzim untuk kalian.

Bu Rani seorang guru bahasa di SMP SDI Silungkang Sawahlunto. Dia bukan guru bahasa yang biasa-biasa saja. Kemampuan baca puisi, membuat naskah drama, pengajar untuk story telling, dan sutradara bagi banyak kegiatan art performing selalu melibatkan guru yang satu ini.

Berhasil menanamkan kepercayaan diri ke anak didiknya untuk tampil dihadapan publik.

Satu usaha berat yg dilakukannya di Silungkang. Silungkang terkenal sebagai desa industri. Konsep waktu adalah uang terpatri kuat di masyarakatnya.

Satu hal yg bertolak belakang dengan dunia kesenian yang menganggap waktu sesuatu yang harus dibiarkan mengalir. Keberhasilan bu guru ini menghantarkan siswanya memenangi berbagai lomba.

Juara story telling tingkat provinsi, juara baca puisi, pentas drama di lapangan bola, dan penampilan di fashion show di alam terbuka batu runciang yang baru lalu…… Keras, disiplin dan konsisten resep dasar bu Rani menggembleng siswanya…….. Salam puisi bu !

Video dan Ilustrasi : Yaskur Jamhur

Foto : Ferdy Silungkang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: