Seminar Adat Silungkang Salingka Nagori 2017

Seminar Adat Salingka Nagori yang  diadakan  pada hari Minggu tanggal 12 Februari 2017 kemaren rencananya akan dihadiri oleh sekitar 95 orang peserta dari 18 andiko dan Pengurus PKS Jakarta yang telah mendaftar.

Sempat timbul kekuatiran panitia tidak akan banyak peserta yang hadir karena terhalang hujan karena semalaman sampai pagi hari Minggu kemaren Jakarta diguyur hujan lebat  dan baru berhenti sekitar pukul 08.30. Namun pada sekitar jam 09.10 semua tempat duduk yang disediakan yaitu sebanyak 100 kursi hampir terisi semuanya dan acara dapat dimulai pada pukul 09.20 . Jadi hanya terlambat 20 menit dari jadwal semula.

Acara dibuka oleh bapak Amri Sabirin glr. Rajo Kayo dengan menjelaskan susunan acara yaitu Sambutan dari Ketua Bidang Adat, Agama dan Budaya, bapak Akmam Boerhan glr Pito Sutan, sambutan dari Ketua Umum PKS Jakarta bapak Irwan Husein Dt. Gajah Tongga koto Piliang, dan pemaparan materi.

Setelah sambutan-sambutan acara dipimpin oleh moderator bapak Azhari Boerhan glr Mangkuto Kayo. Beliau menyampaikan biodata ringkas tentang pembicara yang akan memaparkan tentang materi seminar yaitu bapak Sukri Husin glr. Sutan Langik yang berasal dari Panai Koto Baru, lahir di Silungkang pada tahun 1952 dan mulai merantau ke Jakarta sejak tahun 1966 sehingga tidak banyak mengenyam pengetahuan tentang adat Salingka Nagori Silungkang. Setamat sekolah menengah beliau bekerja di PT Garuda Indonesia sampai tahun 1984 sebagai pramugara dan purser pada jalur-jalur  penerbangan international. Kemudian bekerja di beberapa perusahaan asuransi yaitu Berdikari Insurance sebagai General Manager Health Insurance, Bumiputera John Hancock sebagai group Sales Manager dan terakhir sebagai salah seorang anggota direksi PT Metlife Sejahtera, afiliasi dari Metlife International.  Selama bekerja sempat dikirim untuk belajar bahasa Inggris di St. Godric College, London. dikirim oleh departemen Kesehatan untuk mengikuti pelatihan tentang Managed Health Care di Missouri University, Kansas City Missoury. Pada waktu itu Depkes dalam proses perencanaan Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) yang merupakan cikal bakal BPJS sekarang.

Seminar Adat Saligka nagoriSilungkang ini merupakan perumusan dari ide yang disampaikan oleh Elyas Rajo kociak, salah seorang peserta aktif wirid pidato adat yang diadakan secara rutin tiap Kamis malam di gedung PKS. Pemaparan tentang adat salingka nagori Silungkang dibagi menjadi tiga sesi yaitu tentang adat perkawinan, adat kelahiran dan adat dalam musibah kematian.

Selesai sesi pertama sekitar pukul 12.30 dilanjutkan dengan Tanya jawab dan penjelasan tentang penggalangan dana penyelesain pembangunan balai adat Silungkang oleh ketua panitia penggalangan dananya, bapak Syafnedi Sabirin.

Setelah sholat dzuhur, semua peserta kemali ke meja masing-masing yang diatasnya sudah tersedia konsumsi makan siang berupa nasi bungkus daun badiang khas Silungkang, tetapi peserta diminta menunggu untuk bersama-sama mulai menyantap makan siang setelah selesai pidato pasombahan makan.

Ketika semua peserta sudah duduk, tiba-tiba dari luar terdengar suara dari pukulan rabona dengan diiringi nyanyian khas dalam mengiringi marapulai menuju rumah anak daro. Pintu utama ruang yang tadinya tertutup dibuka dan terlihat iring-iringan marapulai dengan pakaian rapi sebagaimana layaknya marapulai di Silungkang. Rombongan marapulai ini dipimpin oleh panungkatannya bapak Amri rajo Kayo. Sebagian peserta seminar berhamburan menuju pintu untuk merekam peristiwa tersebut dalam bentuk foto dan video. Sebagian besar yang hadir terkesima dengan masuknya rombongan marapulai dan rabona menuju panggung karena tidak banyak yang mengetahui akan ada acara tersebut.

Sebelum menaiki tangga menuju panggung, diadakan dulu pidato jonjang dari panungkatan kepada sipangka, bapak Helmy Syamsudin glr. Datuak Kayo yang didampingi oleh bapak Afdol usman glr Sampono Alam. Setelah rombongan marapulai, rombongan rabona dan panungkek Pangulu Pucuak duduk, baru diadakan pidato pasombahan makan.

Setelah selesai makan, Helmy Dt. Kayo meminta kepada panungkatan Amri Rajo kayo untuk memainkan bunyi-bunyian berupa rabona yang didalam acara baolek di Silungkang biasa disebut atas kondak ughang dapu. Peserta seminar memberikan applause yang gegap gempita terhadap pertunjukan rabona tersebut yang dimainkan oleh anak-anak muda Silungkang.

Panitia juga menyampaikan kepada yang hadir, bila berminat menggunakan rabona sebagai pengiring pengantin masuk ruangan pesta perkawinan sesama Silungkang, dapat menghubungi bapak Marwin Umar glr Nangkodo Sutan sebagai pembinanya atau pengurus PKS jakarta.

Rapinya penyajian pertunjukan rabona tersebut tidak terlepas dari peran bapak Syafril Sahan glr Sidi malano yang mengurusi semua persiapan, termasuk koordinasi dengan tim rabona dan marapulai, pengaturan cara berpakaian, dan timing mulainya rabona diguai.

Setelah acara rabona, pemaparan materi seminar dilanjutkan dengan adat dalam kelahiran, dan adat dalam musibah kematian. Acara berakhir pada pukul 14.00.

Bagi yang tidak hadir yang ingin mengetahui tentang materi yang disampaikan bias mendapatkan softcopy handoutnya dari Bidang Data, Teknologi dan Informasi PKS Jakarta melalui email dti@wargasilungkang.or.id

Reporter: Bidang Data, Teknologi dan Informasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: